Archive for the ‘Ubuntu’ Category
Memperpanjang Zimbra Certificate April 9th, 2011
Mail server Zimbra kita tidak bisa berjalan dan ada pesan error seperti di bawah?
Unable to determine enabled services from ldap. Unable to determine enabled services. Cache is out of date or doesn’t exist.
Jangan kuatir, itu terjadi karena certificate mail server Zimbra kita telah habis. Secara default lama Zimbra certificate adalah 1 tahun. Jadi setelah satu tahun masa certificate Zimbra kita telah habis, maka akan muncul pesan error seperti di atas.
Untuk melihat periode Zimbra certificate kita bisa menggunakan command seperti di bawah :
# /opt/zimbra/bin/zmcertmgr viewdeployedcrt
Dan haslinya seperti di bawah :
::service mta:: <strong>notBefore=Apr 8 08:42:12 2011 GMT notAfter=Apr 5 08:42:12 2012 GMT</strong> subject= /C=US/ST=N/A/O=Zimbra Collaboration Suite/OU=Zimbra Collaboration Suite/CN=mail.joemashari.com issuer= /C=US/ST=N/A/L=N/A/O=Zimbra Collaboration Suite/OU=Zimbra Collaboration Suite/CN=mail.joemashari.com SubjectAltName= ::service proxy:: notBefore=Apr 8 08:42:12 2011 GMT notAfter=Apr 5 08:42:12 2021 GMT subject= /C=US/ST=N/A/O=Zimbra Collaboration Suite/OU=Zimbra Collaboration Suite/CN=mail.joemashari.com issuer= /C=US/ST=N/A/L=N/A/O=Zimbra Collaboration Suite/OU=Zimbra Collaboration Suite/CN=mail.joemashari.com . . .
Well, untuk memperpanjang Zimbra certificate, kita bisa masukkan command di bawah. Sebagai catatan, kita harus login sebagai root untuk bisa melakukan command berikut.
# /opt/zimbra/bin/zmcertmgr createca -new # /opt/zimbra/bin/zmcertmgr createcrt -new -days 365 # /opt/zimbra/bin/zmcertmgr deploycrt self # /opt/zimbra/bin/zmcertmgr deployca
Cukup dengan command di atas, maka Zimbra certificate kita sudah terupdate dan bisa berjalan untuk 1 tahun ke depan. Tapi jika pengen Zimbra certificate kita bisa berjalan lebih dari satu tahun, tinggal tambahkan angka nol (0) pada angka 365 (/opt/zimbra/bin/zmcertmgr createcrt -new -days 3650). Dengan command tersebut Zimbra certificate kita bisa berlaku sampai 10 tahun, karena angka 365 merupakan penunjuk panjang periode Zimbra certificate kita. Kalau pengen berlaku 100 tahun? Silakan dicoba sendiri. hihihi
::service mta:: <strong>notBefore=Apr 8 08:42:12 2011 GMT notAfter=Apr 5 08:42:12 2021 GMT</strong> subject= /C=US/ST=N/A/O=Zimbra Collaboration Suite/OU=Zimbra Collaboration Suite/CN=mail.joemashari.com issuer= /C=US/ST=N/A/L=N/A/O=Zimbra Collaboration Suite/OU=Zimbra Collaboration Suite/CN=mail.joemashari.com SubjectAltName= ::service proxy:: notBefore=Apr 8 08:42:12 2011 GMT notAfter=Apr 5 08:42:12 2021 GMT subject= /C=US/ST=N/A/O=Zimbra Collaboration Suite/OU=Zimbra Collaboration Suite/CN=mail.joemashari.com issuer= /C=US/ST=N/A/L=N/A/O=Zimbra Collaboration Suite/OU=Zimbra Collaboration Suite/CN=mail.joemashari.com . . .
Tags: DNS Server, Linux, Ubuntu, Ubuntu 10.04, Zimbra, Zimbra Certificate
Posted in Linux, Mail Server, Ubuntu | Comments (2)
DNS Reverse March 28th, 2011
Secara keseluruhan settingan seperti pada setting DNS server biasa, kita hanya perlu menambahkan zone untuk setiap prefix IP yang akan dimasukkan. Jika belum mengerti tentang setting DNS, silakan dibaca dulu artikel tentang DNS di sini.
Pada contoh kali ini kita akan menggunakan IP private 10.2.17.0/24, lansung saja kita coba.
Buatlah zone baru untuk DNS reverse kita.
vim /etc/bind/zones/rev.17.2.10.in-addr.arpa
Kemudian isikan file tersebut seperti config di bawah :
$TTL 7200 @ IN SOA ns1.joemashari.com. hostmaster.joemashari.com. ( 201103281245 ; Serial 7200 ; Refresh 3600 ; Retry 7776000 ; Expire 10800 ) ; Minimum TTL IN TXT "Joe Mashari" IN NS ns1.joemashari.com. IN NS ns2.joemashari.com. ; 0 IN PTR host-10-2-17-0.joemashari.com. 1 IN PTR host-10-2-17-1.joemashari.com. 2 IN PTR host-10-2-17-2.joemashari.com. 3 IN PTR host-10-2-17-3.joemashari.com. 4 IN PTR host-10-2-17-4.joemashari.com. 5 IN PTR host-10-2-17-5.joemashari.com. 6 IN PTR host-10-2-17-6.joemashari.com. 7 IN PTR host-10-2-17-7.joemashari.com. 8 IN PTR host-10-2-17-8.joemashari.com. 9 IN PTR host-10-2-17-9.joemashari.com. . . . Lanjutkan sampai 10.2.17.255 . . . 253 IN PTR host-10-2-17-253.joemashari.com. 254 IN PTR host-10-2-17-254.joemashari.com. 255 IN PTR host-10-2-17-256.joemashari.com.
Jika sudah, kita lanjutkan dengan mengubah file named.conf.local
#vim /etc/bind/named.conf.local
dengan menambahakan config berikut:
zone "rev.17.2.10.in-addr.arpa" IN { type master; file "/etc/bind/zones/rev.17.2.10.in-addr.arpa"; };
Restart bind kita.
# /etc/init.d/bind9 restart * Stopping domain name service... bind9 [ OK ] * Starting domain name service... bind9 [ OK ]
Seting DNS reverse selesai, kita bisa test dengan memasukkan perintah host , jika settingan yang telah kita lakukan benar maka akan tampil seperti di bawah :
# host 10.2.17.1 1.17.2.10.in-addr.arpa domain name pointer host-10-2-17-1.joemashari.com.
Tags: Bind9, DNS Reverse
Posted in DNS Server, Linux, Ubuntu | Comments (0)
Zimbra di Ubuntu 10.04 64 bit February 18th, 2011
Zimbra adalah salah satu aplikasi yang digunakan untuk mail server. Zimbra tersedia 2 edisi, yaitu Open Source Edition dan Network Edition. Zimbra Server terdiri dari gabungan berbagai software Open Source, yaitu : Postfix, MySQL, OpenLDAP, Anti Virus Clamav dan Anti Spam SpamAssassin.
Langsung saja kita mulai proses installasai kita. Sebelumnya pastikan dulu hostname dan domain untuk server telah tersetting dengan benar. [read]
Langkah pertama kita download dulu pakage Zimbra Collaboration di sini. Dan letakkan file tersebut ke directory /opt.
Setelah proses download selesai extract file Zimbra tersebut.
# tar -zxvf zcs-7.0.0_GA_3077.UBUNTU10_64.20110127202143.tgz
Persiapkan aplikasi yang dibutuhkan Zimbra.
# apt-get install libperl5.10 sysstat sqlite3
Kemudian masuk ke directory /opt/zcs-7.0.0_GA_3077.UBUNTU10_64.20110127202143
# ./install.sh Operations logged to /tmp/install.log.1114 Checking for existing installation... zimbra-ldap...NOT FOUND zimbra-logger...NOT FOUND zimbra-mta...NOT FOUND zimbra-snmp...NOT FOUND zimbra-store...NOT FOUND zimbra-apache...NOT FOUND zimbra-spell...NOT FOUND zimbra-convertd...NOT FOUND zimbra-memcached...NOT FOUND zimbra-proxy...NOT FOUND zimbra-archiving...NOT FOUND zimbra-cluster...NOT FOUND zimbra-core...NOT FOUND PLEASE READ THIS AGREEMENT CAREFULLY BEFORE USING THE SOFTWARE. ZIMBRA, INC. ("ZIMBRA") WILL ONLY LICENSE THIS SOFTWARE TO YOU IF YOU FIRST ACCEPT THE TERMS OF THIS AGREEMENT. BY DOWNLOADING OR INSTALLING THE SOFTWARE, OR USING THE PRODUCT, YOU ARE CONSENTING TO BE BOUND BY THIS AGREEMENT. IF YOU DO NOT AGREE TO ALL OF THE TERMS OF THIS AGREEMENT, THEN DO NOT DOWNLOAD, INSTALL OR USE THE PRODUCT. License Terms for the Zimbra Collaboration Suite: http://www.zimbra.com/license/zimbra_public_eula_2.1.html Do you agree with the terms of the software license agreement? [N] Y
Ketik saja Y, dan installasi akan dilanjutkan dan installer akan mengecek apakah program yang dibutuhkan telah terinstall atau belum.
Read the rest of this entry »
Tags: Mail Server, Ubuntu 10.04, Zimbra
Posted in Linux, Mail Server, Ubuntu | Comments (4)
DNS Server di Ubuntu Menggunakan Bind9 February 11th, 2011
Langsung saja kita mulai membuat DNS server kita dengan menginstall paket bind9.
# apt-get install bind9
Agar DNS server lebih rapi dan lebih mudah dalam memanage, sebaiknya kita membuat folder tersendiri untuk menempatkan zone dari domain-domain yang kita masukkan nantinya. Misalkan kita tempatkan zone kita di folder /etc/bind/zones, langsung saja kita buatkan foldernya.
# mkdir /etc/bind/zones
Setelah membuat folder untuk zone, kita buat file zone untuk domain kita di dalam folder yang tadi telah kita buat. Misalkan kita buat file zone dengan nama joemashari.com.db. Pada proses ini dibutuhkan ketelitian yang agak extra, karena kesalahan tanda titik “.” saja bisa membuat DNS kita tidak jalan.
# vim /etc/bind/zones/joemashari.com.db
Pada file zone tersebut kita isikan konfigurasi seperti di bawah :
$TTL 7200 @ IN SOA ns1.joemashari.com. hostmaster.joemashari.com. ( 2009060708 ; serial 7200 ; refresh 3600 ; retry 604800 ; expire 10800 ; minimum ) IN NS ns1.joemashari.com. IN NS ns2.joemashari.com. IN MX 10 mail1.joemashari.com. IN MX 20 mail2.joemashari.com. IN A 10.17.2.90 mail1 IN A 10.17.2.91 mail2 IN A 10.17.2.93 ns1 IN A 10.24.3.90 ns2 IN A 10.17.2.94 pop IN CNAME mail1 smtp IN CNAME mail1 webmail IN CNAME mail1 www IN A 10.17.2.90 blog IN CNAME www
Tags: Bind9, DNS Server, Linux, Ubuntu
Posted in DNS Server, Linux, Ubuntu | Comments (3)
Install Ubuntu Server 10.04
February 7th, 2011
- Download vesi terakhir ubuntu server di sini atau mirror-mirror lain.
- Masukkan CD/DVD ke CD/DVD Rom dan pastikan bios telah disetting untuk booting dari CD/DVD.
- Pilih bahasa yang akan digunakan untuk proses installasi.
- Pilih “Install Ubuntu Server”.
- Pilih bahasa yang akan diinstall pada system.
- Pilih zona lokasi, pilih “Other” kemudian “Asia” dan Cari “Indoneisa“.
- Pilih layout/jenis keyboard, pilih aja “No“.
- Installer akan melakukan pengecheckan CD-Rom, hardware, dan konfigurasi network apakah ada DHCP server atau mau diabaikan saja untuk disetting secara manual.
- Isikan hostname yang diinginkan, sebagai contoh kita pakai “server1“.
- Sistem akan memastikan apakah timezone yang kita pilih sudah betul, jika sudah pilih saja “Yes“.
- Selanjutnya akan dilanjutkan dengan proses partisi harddisk. Pilih saja “Manual” untuk memaksimalkan partisi harddisk yang akan dipakai.
Sebagai contoh kita pakai harddisk 160GB dan kita bagi menjadi :
/boot 1Gb ext3 Boot Flag Boot
/ 3Gb ext3 System
/usr 4Gb ext3 Static Variable
/var 4Gb ext3 Variable
swap 0.52Gb swap Swap
/home/proxy1 12.5Gb XFS/ReiserFS Chache proxy #1
/home/proxy2 12.5Gb XFS/ReiserFS Chache proxy #2
/home/proxy3 12.5Gb XFS/ReiserFS Chache proxy #3
/home/share (sisa) FAT32 Share Documents
- Selanjutnya partisi hardisk akan diformat dan dipartisi sesuai partisi yang telah kita bagi.
- Setelah proses partisi selesai maka sistem akan diinstall secara otomatis.
- Masukkan nama user, user login, dan password.
- Setelah itu kita akan ditanya apakah akan mengenkripsi directory home, pilih saja “No”.
- Kemudian kita akan ditanya apakah akan konek ke internet dengan menggunakan proxy, kososngkan saja dan pilih “Continue”.
- Selanjutnya installer akan memberikan kita pilihan apakah mau melakukan update sistem online, pilih saja “No automatic updates“.
- Pilih packet-packet yang akan diinstall sesuai kebutuhan server yang akan kita buat.
- Instalasi GRUB Boot loader, dan pilih saja “Yes“.
- Proses installasi selesai, keluarkan CD/DVD dan pilih “Continue” untuk mereboot server.
Sebagai contoh kita pakai harddisk 160GB dan kita bagi menjadi :
/boot 1Gb ext3 Boot Flag Boot / 3Gb ext3 System /usr 4Gb ext3 Static Variable /var 4Gb ext3 Variable swap 0.52Gb swap Swap /home/proxy1 12.5Gb XFS/ReiserFS Chache proxy #1 /home/proxy2 12.5Gb XFS/ReiserFS Chache proxy #2 /home/proxy3 12.5Gb XFS/ReiserFS Chache proxy #3 /home/share (sisa) FAT32 Share Documents
Tags: Linux, Ubuntu 10.04
Posted in Linux, Ubuntu | Comments (0)
